Glolove, Donasi Gaya Baru Berbasis platform Blockchain dari MameCoin
2019-05-20 11:20:37Sumber:Blockchain No. 1


Hadir dengan tujuan yang mulia. Mungkin kalimat tersebut bisa memberikan sedikit gambaran mengenai MameCoin. MameCoin merupakan platform donasi virtual berbasis teknologi blockchain yang pertama kali diperkenalkan di Jepang pada Juni 2018 dan dua bulan setelahnya, yakni September 2018 hadir di Indonesia di bawah bendera PT MameCoin Indonesia Berbagi (MameCoin Indonesia). Lewat platform tersebut masyarakat bisa memberikan donasi dengan mudah dan tanpa perlu khawatir apakah donasi yang diberikan telah diterima dengan baik oleh mereka yang membutuhkan. Selain itu platform ini juga memungkinkan masyarakat untuk memberikan donasi dalam jumlah yang kecil atau tanpa batas minimum. Ingin tahu lebih jauh mengenai MameCoin? Simak wawancara ekslusif Blockchain No. 1 dengan CEO MameCoin Indonesia Sendy Ariani dan Advisor MameCoin Indonesia Jun Shimizu.



Blockchain No. 1: Donasi virtual seperti apakah yang ditawarkan oleh MameCoin? Apa yang membedakan MameCoin dengan platform donasi virtual lainnya yang saat ini mungkin sudah tidak asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia?


Sendy Ariani: MameCoin merupakan platform donasi virtual berbasis teknologi Blockchain yang pertama kali diperkenalkan di Jepang pada Juni 2018. Donasi yang diberikan berupa mata uang kripto dalam bentuk token yang juga disebut MameCoin (MAME). Masyarakat yang ingin melakukan donasi terlebih dahulu harus menukarkan mata uang fiat atau mata uang kripto yang mereka miliki ke MAME. Prosesnya terlihat rumit, apalagi bagi orang awam yang belum mengenal teknologi Blockchain atau mata uang kripto, tapi sebenarnya dibalik proses yang terlihat rumit ini terdapat beberapa kelebihan, diantaranya pemberian donasi bisa dilakukan dalam jumlah yang sangat kecil, Rp 1 misalnya, donasi bisa didistribusikan ke seluruh dunia dengan mudah tanpa adanya hambatan-hambatan administrasi dan biaya tambahan yang selama ini harus dikeluarkan untuk transaksi lintas batas. Kemudian untuk transparansi donasi, melalui platform kami donatur bisa memantau langsung bagaimana proses distribusi donasi, kepada siapa donasi diberikan, kapan donasi diterima, singkatnya demikian.


Jun Shimizu: Untuk MameCoin sendiri saat ini menawarkan platform donasi virtual dengan mata uang kripto berupa token MAME untuk digunakan pengguna saat berdonasi. Saat ini token MAME sudah tersedia atau listing di sejumlah bursa pertukaran atau jual beli mata uang kripto seperti CoinExchange, DexDelta, dan TokenJar. Seluruh transaksi donasi akan menggunakan token MAME. 1 MAME untuk saat ini nilainya sama dengan Rp 1. Kemudian secara teknis MameCoin menggunakan standar ERC20 yang telah diekspansi secara mandiri lewat lock-up, burn, dan refund. Untuk total token MAME yang ada jumlahnya mencapai 25,000,000,000 lembar. Untuk dompet kripto yang kompatibel dengan MAME saat ini berjumlah empat. HBWallet dan MyEtherWallet untuk dompet software. Kemudian untuk dompet hardware ada Ledger Nano S dan TREZOR. Untuk mengetahui lebih lanjut Anda bisa mengunjungi website kami https://mamecoin.info/ .


Blockchain No. 1: Tak lama setelah diluncurkan di Jepang, kemudian MameCoin hadir di Indonesia. Apa hal yang menjadi pertimbangan MameCoin memilih Indonesia sebagai lokasi ekspansi pertama diluar Jepang? Sebagian besar masyarakat Indonesia sendiri diketahui belum mengenal baik teknologi Blockchain dan mata uang kripto.


Sendy Ariani: Indonesia menjadi negara kedua yang dipilih oleh MameCoin setelah Jepang lantaran kondisinya yang kurang lebih sama. Keduanya sering mengalami bencana alam, seperti gempa bumi, hujan badai, dan lainnya yang tak jarang menimbulkan banyak korban. Selain itu terdapat pula catatan bahwa masyarakat Indonesia ini sangat suka memberikan donasi. Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia yang masyarakatnya sangat suka memberikan donasi. Masyarakat Indonesia tercatat selama satu tahun menghabiskan uangnya untuk memberikan donasi sebesar US$ 144 juta. Sementara itu, dari segi regulasi, Pemerintah Indonesia bisa dibilang terbuka dan menerima dengan baik kehadiran MameCoin dan perusahaan-perusahaan berbasis teknologi Blockchain lainnya. Berbeda dengan di Jepang dimana regulasi yang sangat ketat dan cenderung tertutup terhadap hal-hal baru ini membuat ruang gerak MameCoin menjadi sempit. Hal itu pula yang menjadi alasan kami mengapa MameCoin langsung melakukan ekspansi cepat dua bulan setelah diluncurkan di Jepang.


Blockchain No. 1: Lalu, bagaimana sebenarnya mekanisme dari pemberian donasi yang ada di MameCoin? Apakah sama dengan salah satu platform serupa di Indonesia yang memungkinkan pihak tertentu melakukan penggalangan dana?


Sendy Ariani: Untuk penggalangan dana yang dilakukan oleh pihak tertentu baik institusi/lembaga maupun pribadi masih belum bisa dilakukan melalui platform kami. Sejauh ini untuk donasi yang diterima melalui MameCoin disalurkan lewat sejumlah charity event yang melibatkan pihak eksternal, salah satunya yang sudah bekerjasama dengan kami adalah Sekolah Relawan, salah satu lembaga amal terbesar di Indonesia. Sekolah Relawan merupakan salah satu tim relawan terbesar di Indonesia yang didirikan pada tahun 2013. Sekolah Relawan memiliki sistem untuk membagikan pengetahuan kepada relawan-relawan agar ketika terjadi bencana mereka siap membantu daerah yang terkena dampak. Aktivitas organisasi ini mencakup seluruh wilayah di Indonesia. Salah satu program yang sudah kami lakukan diantaranya adalah pemberian donasi untuk korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu juga untuk korban bencana tsunami di Selat Sunda. Untuk charity event lain juga sudah berhasil dilakukan di Kemang, Jakarta Selatan tahun lalu.


Jun Shimizu: Itu di Indonesia saja, di luar Indonesia khususnya di Jepang MameCoin sudah bekerja sama dengan Rescue Assist, teamRescue, Team Nihon Junior, MSM Moore Foundation, dan Action. Untuk penggalangan dana yang dilakukan oleh pihak tertentu baik lembaga/institusi maupun pribadi melalui MameCoin masih belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena perlu proses lanjutan yang panjang agar tidak terjadi penyalahgunaan. Karena kami sangat mengedepankan aspek know your customer (KYC) yang tentunya butuh proses panjang. Untuk saat ini kami masih fokus pada pengembangan platform Glolove terlebih dahulu.



Blockchain No. 1: Platform Glolove? Apakah platform tersebut masih ada kaitannya dengan kegiatan donasi?


Sendy Ariani: Tentu, Glolove merupakan terobosan baru dari MameCoin untuk kegiatan donasi. Sederhananya begini, Glolove memungkinkan penggunanya untuk mengumpulkan MAME lewat like atau love di postingan-postingan yang ada. Seperti di Instagram atau Twitter. Setelah MAME tersebut terkumpul barulah pengguna bisa melakukan donasi tapi tentunya ia harus terlebih dahulu terdaftar di MameCoin. Dengan memberikan satu like atau love anda bisa mendapatkan pahala, begitu singkatnya.


Blockchain No. 1: Sebuah terobosan yang menarik, kapan kira-kira platform Glolove ini diluncurkan?


Jun Shimizu: Tidak lama lagi mungkin, untuk Glolove berbasis web bulan depan atau Juni sudah bisa diluncurkan. Akan diluncurkan secara bertahap pada tahun ini, setelah web kemudian akan diluncurkan aplikasi untuk ponsel berbasis Android pada bulan September. Untuk ponsel berbasis IoS mungkin akhir tahun baru bisa menikmati aplikasi Glolove ini. Untuk saat ini masih terus dikembangkan dan sudah dalam tahap beta tester atau ujicoba internal kami saja khusus Glolove berbasis web.


Blockchain No. 1: Selain like atau love berhadiah MAME yang bisa di donasikan, adakah keuntungan lain yang didapatkan oleh penggunanya?


Sendy Ariani: Tentunya ada, kami juga memberikan penghargaan kepada pengguna yang telah memberikan donasinya. Penghargaan tersebut berupa sertifikat donasi yang dan penambahan badge. Badge diibaratkan sebagai level dimana semakin sering pengguna melakukan donasi maka akan semakin banyak badge yang diraih atau semakin tinggi levelnya. Kemudian Glolove juga memiliki program affiliate atau referral yang memungkinkan pengguna untuk mengundang teman-temannya untuk bergabung sebagai pengguna Glolove dan mendapatkan imbalan. Nantinya satu pengguna yang berhasil mengundang satu teman untuk bergabung juga menjadi pengguna akan mendapatkan 10.000 MAME. Semakin banyak yang diundang dan bergabung tentu semakin banyak pula MAME yang berhasil dikumpulkan. Lalu ada pula long term wallet atau dompet jangka panjang dimana pengguna bisa mendepositkan MAME yang mereka miliki dalam jangka waktu tertentu. Nantinya, imbalan bagi mereka yang mendepositkan MAME adalah MAME tambahan yang jumlahnya tegantung pada MAME yang didepositkan. Menggunakan sistem presentase seperti deposito yang ada di bank saat ini secara sederhananya.




Blockchain No.1: Walaupun ini adalah platform donasi virtual, tapi pada dasarnya ini adalah sebuah bisnis. Lalu, seperti apa sebenarnya model bisnis dari MameCoin ini? Darimana sumber pendapatan yang diperoleh MameCoin?


Jun Shimizu: Untuk model bisnis, kami sejak awal sudah memberikan gambaran secara transparan bahwa pendapatan kami adalah 10% dari total donasi yang masuk melalui kami. Jadi sistemnya adalah 80%+10%+10%. 80% untuk donasi, 10% untuk operasional kami, 10% sisanya adalah pendapatan kami. Untuk pendapatan MameCoin secara global berhasil memperoleh US$ 46 juta yang diperoleh dari donasi lima negara maju, yakni Amerika Serikat (AS), Inggris, Kanada, Jepang, dan Korea Selatan dengan total jumlah US$ 461 miliar. Rumus penghitungannya US$ 461 miliar x 0,1% operasional x 10% fee atau biaya = US$ 46 miliar.


Blockchain No. 1: Untuk tahun ini, khususnya setelah Glolove berhasil diluncurkan berapa target donasi yang bisa dikumpulkan oleh MameCoin di Indonesia?


Jun Shimizu: Kami optimis bisa mengumpulkan donasi di angka Rp 3 miliar hingga akhir tahun nanti. Kami optimis karena kami saat ini sudah memiliki anggota komunitas yang cukup besar. Saat ini tercatat sudah ada sekitar 6.000 anggota di Discord official kami. Sedangkan untuk Telegram official kami, tercatat ada sekitar 2.000 anggota yang telah bergabung. Lalu sebelumnya MameCoin juga berhasil menerima penghargaan dalam acara BlockJakarta Indonesia’s Blockchain Capability Conference pada 2 Mei di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta. Setelah menerima penghargaan, MameCoin juga mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan proyek yang sedang dikembangkan kepada media, investor dan perusahaan-perusahaan pada konferensi tersebut. Hal tersebut tentunya menjadi salah satu media promosi yang bisa meningkatkan jumlah donatur di masa depan.


Blockchain No. 1: Terakhir, adakah rencana lain dari MameCoin di masa depan? Apakah ada rencana melakukan ekspansi di negara lain setelah sukses berekspansi di Indonesia?


Jun Shimizu: Untuk kedepannya, MameCoin berencana untuk merambah Filipina. Namun, masih belum diketahui kapan kami akan hadir disana. Mungkin tidak dalam waktu dekat karena saat ini kami masih fokus pada platform Glolove. Tapi kami yakin bisa berekspansi ke Filipina karena sebelumnya kami sukses melakukan charity event di Filipina akhir tahun lalu. MameCoin menyelenggarakan acara dengan mengundang pelatih sepak bola dengan spesialisasi menggiring bola atau dribble dari Jepang untuk membuka sekolah sepak bola gratis bagi anak-anak di Filipina.




BERITA TERKINI MORE

    ANALISIS PROYEK MORE